Pages

Wednesday, October 30, 2013

How important the words are!

Betapa pentingnya suatu kata yang saya maksud disini bukan pentingnya kata sebagai bahasa komunikasi, tetapi saya ingin menyinggung lebih dalam mengenai hal tersebut. terlepas dari itu semua, memang itu sangat benar bahwa perkataan bisa saja lebih tajam dari pisau. tapi yang saya sangat tidak habis pikir adalah manusia yang seharusnya memiliki akal dan moral melebihi semua ciptaan tuhan bisa melontarkan perkataan yang dapat menyakiti manusia yang lain.

hal tersebut terutama adalah kata "tolong (please)" dan "terima kasih (thank you)" dari orang-orang yang ingin meminta tolong atau berterima kasih. perkataan tolong yang seakan memudar seiring dengan banyaknya perubahan zaman saat ini membuat banyak orang yang ingin meminta pertolongan tersebut tidak mau mengucapkannya. bahkan mengucapkan terima kasih, mereka merasa terima kasih terhadap setiap pertolongan yang diberikan itu sudah lama hilang entah kemana. saya hanya bisa berdiam diri dan semakin merenung, mengapa semakin banyak orang yang seperti ini.

tidak hanya hari ini saya merenung dan berpikir akan betapa pentingnya dua kata itu, bahkan saya sangat memikirkannya ketika tadi saya bertemu dengan anak kecil dengan santunnya berkata "miss, can you help me open this please," dan selesai semuanya dia mengucapkan terima kasih. tetapi semua itu tidak pernah ada pada sifat dan sikap seorang manusia dewasa yang umurnya jauh lebih banyak daripada anak tersebut.

menurut saya, sikap seperti itu bukan hanya akibat didikan orang tua yang salah. tetapi semua perlakuannya itu dia hanya menganggap hanya dirinyalah yang benar, hanya dirinyalah yang selalu susah payah, selalu melihat orang lain tidak pernah membantunya dan orang lain hanya memikirkan dirinya sendiri (pertanyaan saya, apakah sebenarnya orang yang tidak tahu terima kasih itu orang yang pamrih dan tidak dapat melihat bantuan kasat mata dari orang lain), selalu menyalahkan orang lain dan tidak ingin dirinya disalahkan (semua kesalahan selalu ditumpukan pada orang lain - sungguh orang yang tidak tahu malu!)

saya bukannya mengumpat, tetapi saya paling malas berurusan dengan orang seperti itu. bayangkan saja, setiap kali dibantuin, tidak pernah mengucapkan tolong untuk meminta pertolongan dan pastinya ia lupa bagaimana dia mengucapkan terima kasih dengan segala kesombongan, selalu berpikir dialah yang mempunyai segala acara tetapi selalu menimpakan setiap kesalahan dalam acaranya pada orang lain, selalu berprasangka buruk dan dengan tidak tahu malunya melupakan setiap pertolongan yang diberikan kepadanya walaupun pertolongan itu mungkin hanya kecil-kecil. sungguh orang yang tidak tahu malu!

saya tidak ingin naif, dan berkata saya baik-baik saja hidup di tengah-tengah orang yang seperti itu. saya sangat ingin berontak, tapi kalau saya itu sama dengan dia bagaimana bumi ini berubah, dan apa gunanya saya merenungi setiap perbuatan yang saya lakukan. dan saya merasa kasihan dengan orang tak tau malu itu. sampai kapan dia akan seperti itu hingga semua orang tau bagaimana kebusukannya hingga dia berakhir dalam pengasingannya dan kesendiriannya.

Hidup ini untuk semua umat manusia jalani bersama,
mengapa harus menjadi orang yang tidak baik,
bila menjadi baik itu lebih indah
lebih indah apabila semua
kita mulai dengan tolong
akhiri dengan terima kasih

Selalu berusaha memantaskan diri
menjadi insan yang lebih mulia,


Z

No comments:

Post a Comment